Rumah Murah Jawa Barat: Mengetahui Jenis – Jenis Suku Bunga Dan Contoh Perhitungan Suku bunga

Thursday, March 14, 2019

Mengetahui Jenis – Jenis Suku Bunga Dan Contoh Perhitungan Suku bunga




Rumah adalah salah satu impian setiap keluarga, namun tidak banyak orang yang mampu dengan membeli secara langsung/ tunai, namun ada juga beberapa kalangan yang mampu membeli rumah dengan secara langsung / tunai, ya sudah jelas kalangan menengah keatas pastinya. Tapi untuk kalian yang belum mampu membeli rumah secara langsung, termasuk saya sudah bukan ke khawatiran yang sangat amat menakutkan, karena sudah ada program yang sangat membantu dari pihak bank, yaitu program KPR ( Kredit Pemilikan Rumah ).dengan adanya program tersebut kita bisa mengajukan rumah secara kredit, dan pastinya harus sesuai dengan persyaratan pengajuan KPR. Eits,,, jangan terlalu senang dan langsung bergegas untuk pengajuan KPR yah, kenali dulu apa itu KPR dan bagaimana Suku Bunga nya. Ok langsung saja kita bahas tentang jenis suku bunga KPR dan cara perhitungan nya.

Pada umum nya suku bunga terdiri dari 3 jenis, yaitu

1.     Suku Bungan Flat

Suku bunga flat adalah perhitungan bunga yang paling sering digunakan oleh beberapa produk pinjaman. Besarnya angsuran tiap bulan adalah sama besar, serta cicilan pokoknya juga sama.Nilai bunga akan tetap sama setiap bulan, karena bunga dihitung dari persentase bunga dikalikan pokok pinjaman awal, sehingga jumlah pembayaran pokok ditambah bunga setiap bulan akan sama besarnya. Prinsip dari perhitungan bunga flat adalah, cicilan pokok dan bunga per bulannya tetap.

Cara Menghitung Bunga Flat

a.                 Data Pinjaman

Pokok Pinjaman     : Rp.100.000.000
Bunga Pinjaman     : 10%
Tenor                         : 12 Bulan


b.                 Menghitung Pokok pinjaman

Rp.120.000.000 : 12 ( Bulan ) = Rp.10.000.000

Menghitung Bunga
Rp.120.000.000 x 10% : 12 Bulan = Rp.1.000.000

Menghitung Pokok Pinjaman + Bunga = Angsuran Perbulan
Rp.10.000.000 + Rp.1.000.000 = Rp.11.000.000

2.     Suku Bunga Efektif
Sistem bunga efektif adalah kebalikan dari sistem bunga flat, yaitu porsi bunga dihitung berdasarkan pokok utang tersisa. Maka, porsi bunga dan pokok dalam angsuran tiap bulan akan berbeda, meski besar angsuran per bulan tetap sama. Sistem bunga ini biasanya diterapkan pada produk KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau kredit investasi.
Nilai bunga yang dibayar debitur setiap bulan akan semakin mengecil. Karena bunganya yang dibayar mengecil, maka angsuran per bulan akan semakin menurun dari waktu ke waktu. Angsuran bulan kedua lebih kecil daripada angsuran bulan pertama, begitu seterusnya.
Cara Menghitung Bunga Efektif

a.                 Data Pinjaman

Pokok Pinjaman Rp 10.000.000,-

Bungan Efektif 12% per tahun

Cicilan Pokok Rp 1.000.000,- per bulan

b.                 Perhitungan bunga dan pokok setiap bulan
Ø    Angsuran ke 1 bunga efektif
1% x Rp 10.000.000,- ( Pokok Pinjaman ) + Rp 1.000.000,- ( Angsuran Pokok )
= Rp 1.100.000,-

Ø    Angsuran ke 2 bunga efektif
1% x Rp 9.000.000,-  (Sisa Pinjaman Pokok ) + Rp 1.000.000,- ( Angsuran Pokok )
= Rp 1.090.000,-

Ø    Angsuran Ke 3 bunga efektif
1% X Rp 8.000.000,- ( Sisa Pinjaman Pokok ) + Rp 1.000.000,- ( Angsuran Pokok )
= Rp 1.080.000,-
Dan seterusnya

3.     Suku Bunga Anuitas

Suku Bunga yang satu ini paling sering di terapkan pada suku bunga jangka panjang seperti KPR ( Kredit Pemilikan Rumah ).
Pada dasar nya perhitungan bunga anuitas menggunakan perhitungan bunga efektif, namun sudah di modifikasi sedemikian rupa agar menghasilkan cicilan pembayaran yang sama di setiap bulan nya, tidak seperti bunga efektif dengan  perhitungan cicilan pembayaran yang berubah ubah, dikarenakan berkurang nya cicilan yang menurun karena bunga yang terus menurun. Sejalan dengan menurunnya saldo utang.
Cara Menghitung Bunga Anuitas

a.                 Data Pinjaman

Pokok Pinjaman     : Rp 12.000.000,- ( P )
Periode 1 tahun      : ( 12 Bulan ) ( t )
Bunga Tahunan      : 10%
Bunga Perbulan      : 0.83% ( i )



b.                 Rumus Bunga Anuitas dan Contoh Perhitungan nya







Selain 3 jenis suku bunga ( Flat, Efektif, dan Anuitas ) tersebut , ada 2 jenis bunga bunga pinjaman berdasarkan penggunaan, yaitu

1.     Bunga Fixed ( Tetap )
Bunga Fixed adalah suku bunga yang berjalan secara tetap tanpa mengikuti suku bunga pasar. Metode bunga fixed menandakan bahwa besaran bunga pinjaman akan sama besar selama periode selesai

2.     Bunga Floating
Bunga Floating adalah besaran suku bunga pinjaman yang berubah-ubah sesuai kondisi suku bunga pasar, adapun bebepara bank penyedia KPR memberikan bunga fixed pada periode awal tertentu, dan sisa nya floating kembali.
Contoh, Tuan A mengajukan kepada KPR kepada Bank B, dan bank B ini memberikan Suku bunga fixed selama 2 tahun pertama, di tahun ke 3 dan seterus nya menggunakan suku bunga floating.

Dengan beberapa jenis suku bunga yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena sekarang anda sudah mengetahui tentang suku bunga, dengan begitu anda bisa lebih mudah dalam mengatur keuangan untuk mempersiapkan angsuran di setiap bulan nya

No comments:

Post a Comment