Rumah adalah salah satu impian setiap keluarga,
namun tidak banyak orang yang mampu dengan membeli secara langsung/ tunai,
namun ada juga beberapa kalangan yang mampu membeli rumah dengan secara
langsung / tunai, ya sudah jelas kalangan menengah keatas pastinya. Tapi untuk
kalian yang belum mampu membeli rumah secara langsung, termasuk saya sudah
bukan ke khawatiran yang sangat amat menakutkan, karena sudah ada program yang
sangat membantu dari pihak bank, yaitu program KPR ( Kredit Pemilikan Rumah ).dengan
adanya program tersebut kita bisa mengajukan rumah secara kredit, dan pastinya
harus sesuai dengan persyaratan pengajuan KPR. Eits,,, jangan terlalu senang
dan langsung bergegas untuk pengajuan KPR yah, kenali dulu apa itu KPR dan
bagaimana Suku Bunga nya. Ok langsung saja kita bahas tentang jenis suku bunga
KPR dan cara perhitungan nya.
Pada umum nya suku bunga terdiri dari 3 jenis,
yaitu
1. Suku Bungan Flat
Suku bunga flat adalah perhitungan bunga yang
paling sering digunakan oleh beberapa produk pinjaman. Besarnya angsuran tiap
bulan adalah sama besar, serta cicilan pokoknya juga sama.Nilai bunga akan
tetap sama setiap bulan, karena bunga dihitung dari persentase bunga dikalikan
pokok pinjaman awal, sehingga jumlah pembayaran pokok ditambah bunga setiap
bulan akan sama besarnya. Prinsip dari perhitungan bunga flat adalah, cicilan
pokok dan bunga per bulannya tetap.
Cara Menghitung Bunga Flat
a.
Data Pinjaman
Pokok Pinjaman
: Rp.100.000.000
Bunga Pinjaman :
10%
Tenor :
12 Bulan
b.
Menghitung Pokok pinjaman
Rp.120.000.000 : 12 ( Bulan ) = Rp.10.000.000
Menghitung Bunga
Rp.120.000.000 x 10% : 12 Bulan = Rp.1.000.000
Menghitung Pokok Pinjaman + Bunga = Angsuran
Perbulan
Rp.10.000.000 + Rp.1.000.000 = Rp.11.000.000
2. Suku Bunga Efektif
Sistem bunga efektif
adalah kebalikan dari sistem bunga flat, yaitu porsi bunga dihitung
berdasarkan pokok utang tersisa. Maka, porsi bunga dan pokok dalam angsuran
tiap bulan akan berbeda, meski besar angsuran per bulan tetap sama. Sistem
bunga ini biasanya diterapkan pada produk KPR (Kredit Pemilikan
Rumah) atau kredit investasi.
Nilai bunga yang
dibayar debitur setiap bulan akan semakin mengecil. Karena bunganya yang
dibayar mengecil, maka angsuran per bulan akan semakin menurun dari waktu ke
waktu. Angsuran bulan kedua lebih kecil daripada angsuran bulan pertama, begitu
seterusnya.
Cara Menghitung Bunga Efektif
a.
Data Pinjaman
Pokok Pinjaman Rp 10.000.000,-
Bungan Efektif 12% per tahun
Cicilan Pokok Rp 1.000.000,- per bulan
b.
Perhitungan bunga dan pokok setiap bulan
Ø Angsuran ke 1 bunga efektif
1% x Rp 10.000.000,- ( Pokok Pinjaman ) + Rp
1.000.000,- ( Angsuran Pokok )
= Rp 1.100.000,-
Ø Angsuran ke 2 bunga efektif
1% x Rp 9.000.000,- (Sisa Pinjaman Pokok ) + Rp 1.000.000,- (
Angsuran Pokok )
= Rp 1.090.000,-
Ø Angsuran Ke 3 bunga efektif
1% X Rp 8.000.000,- ( Sisa Pinjaman Pokok ) +
Rp 1.000.000,- ( Angsuran Pokok )
= Rp 1.080.000,-
Dan seterusnya
3. Suku Bunga Anuitas
Suku Bunga yang satu ini paling sering di
terapkan pada suku bunga jangka panjang seperti KPR ( Kredit Pemilikan Rumah ).
Pada dasar nya perhitungan bunga anuitas
menggunakan perhitungan bunga efektif, namun sudah di modifikasi sedemikian
rupa agar menghasilkan cicilan pembayaran yang sama di setiap bulan nya, tidak
seperti bunga efektif dengan perhitungan
cicilan pembayaran yang berubah ubah, dikarenakan berkurang nya cicilan yang
menurun karena bunga yang terus menurun. Sejalan dengan menurunnya saldo utang.
Cara Menghitung Bunga Anuitas
a.
Data Pinjaman
Pokok Pinjaman :
Rp 12.000.000,- ( P )
Periode 1 tahun : ( 12 Bulan ) ( t )
Bunga Tahunan :
10%
Bunga Perbulan :
0.83% ( i )
b.
Rumus Bunga Anuitas dan Contoh Perhitungan nya
Selain 3 jenis suku bunga ( Flat, Efektif, dan
Anuitas ) tersebut , ada 2 jenis bunga bunga pinjaman berdasarkan penggunaan,
yaitu
1. Bunga Fixed ( Tetap )
Bunga Fixed adalah suku bunga yang berjalan
secara tetap tanpa mengikuti suku bunga pasar. Metode bunga fixed menandakan
bahwa besaran bunga pinjaman akan sama besar selama periode selesai
2. Bunga Floating
Bunga Floating adalah besaran suku bunga
pinjaman yang berubah-ubah sesuai kondisi suku bunga pasar, adapun bebepara
bank penyedia KPR memberikan bunga fixed pada periode awal tertentu, dan sisa
nya floating kembali.
Contoh, Tuan A mengajukan kepada KPR kepada
Bank B, dan bank B ini memberikan Suku bunga fixed selama 2 tahun pertama, di
tahun ke 3 dan seterus nya menggunakan suku bunga floating.
Dengan beberapa jenis suku bunga yang ada memiliki
kelebihan dan kekurangan. Karena sekarang anda sudah mengetahui tentang suku bunga,
dengan begitu anda bisa lebih mudah dalam mengatur keuangan untuk mempersiapkan
angsuran di setiap bulan nya


No comments:
Post a Comment